Tampilkan postingan dengan label Long life learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Long life learning. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 13, 2012

Tips menulis ilmiah untuk ilmu-ilmu sosial dari website


Meskipun sejak SD sudah diajarin membaca dan menulis, tetapi kemampuan saya dalam menuangkan ide/gagasan/opini menurut saya masih sangat-sangat kurang saat ini. Apalagi kalau penuangan gagasan tersebut harus disertai dengan alasan-alasan yang logis, dan gagasan yang saya sampaikan dapat dipahami dengan baik oleh orang lain. Saya merasa sangat kesulitan. Untuk menulis satu artikel bisa memakan waktu yang lama (terkadang gak bergerak sama sekali di satu bagian), dan (sampai saat ini) belum ada yang layak bagi. Hal ini terjadi baik dalam menyampaikan secara lisan maupun secara tulisan. Selain mungkin dari sononya kurang terampil, saya merasa ini mungkin juga karena kurangnya latihan/belajar, kurang mau (malu) belajar dan bergaul dengan orang lain, atau masa lalu yang tidak menumbuhsuburkan kemampuan dalam berpendapat.

Dalam menulis artikel-artikel dalam ilmu sosial, kompetensi tersebut sangat dibutuhkan. Mungkin karena tahu kekurangan saya yang amat parah terhadap hal tersebut di atas, seorang kolega mengirimkan link berikut.


Dalam website tersebut dibahas banyak tentang menuliskan:

Meskipun saya sudah bookmark alamat website tersebut, saya tuliskan tuliskan lagi di sini biar saya mudah mencari, kalau sewaktu-waktu saya memerlukannya. Saya juga suka membaca dan berkunjung ke blognya orang hebat berikut:
Terima kasih banyak telah membantu saya belajar.
 

Sabtu, Juli 07, 2012

Bagaimana sih cara mengukur perkembangan kompetensi siswa?

Self-directed Learning
Saat ini saya sedang mencoba mendesain penelitian tentang perkembangan kompetensi siswa SMK dalam satu tahun berjalan. Desain awal saya adalah melakukan pengukuran kompetensi siswa yang dilakukan dua kali pada saat awal tahun dan saat akhir tahun pelajaran. Instrumen pengukuran dengan menggunakan self-rated competence assessment. Nah, instrumen tersebut sampai saat ini belum saya kembangkan, masih mencari-cari bentuk seperti apa sih pengukuran kompetensi siswa. (Kalau untuk mengukur IQ kan ada instrumen tes IQ, instrumen menilai kepribadian juga sudah ada).

Kajian-kajian yang ada dalam pendidikan berbasis kompetensi  lebih banyak menjelaskan tentang prinsip-prinsip penilaian yang bisa digunakan, model-model penilaian kompetensi dengan masing-masing keunggulannya, dan penjelasan-penjelasan terkait dengan penilaian otentik. Kebanyakan penilaian dilakukan oleh guru. Dalam desain penelitian ini, saya lebih mempertimbangkan menggunakan self-rated dari hasil penilaian kompetensi masing-masing siswa tersebut yang nantinya bisa dibandingkan antar masing-masing individu. Hal ini juga meminimalisir/tidak menambah repot gurunya. Tentu ini akan meminimalisir potensi bias dibandingkan dengan jika penilaian dilakukan oleh guru yang bersangkutan. Apalagi jika kelas yang digunakan cukup banyak, guru yang terlibat juga akan banyak.  Ini akan berkibat susah mengontrol tingkat kepercayaan hasil penilaian tersebut dan susah dibandingkan. Namun demikian, sampai saat ini saya masih belum yakin instrumen-nya bakal seperti apa, bagaimana menguji keabsyahan dan keakuratan instrumen.

Yang akan saya ukur adalah kompetensi, bukan pengetahuan (knowledge) atau keahlian (skill). Dalam penilaian kompetensi banyak yang musti dipertimbangkan. Sekedar sebagai bahan pertimbangan saja, Standar Penilaian Pendidikan (Permendiknas No. 20/2007) menyebutkan penilaian harus sahih, objektif, adil, terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan, terbuka, sistematis, beracuan kriteria, dan akuntabel (see Standar Penilaian). Wuih, banyak banget kan yang harus dipertimbangkan dalam menyusun instrumen penilaian, mulai dari apa yang mau diukur, bagaimana menyusun alat ukur, bagaimana menguji alat ukur tersebut, bagaimana menggunakannnya, bagaimana mengolah hasil pengukuran. Jadi kalau ada yang berkenan membantu dan bisa bekerjasama dalam penelitian ini, saya sangat welcome. Karena target saya bisa publish di jurnal ilmiah internasional, akan amat senang jika ada ahli-ahli pengukuran pendidikan yang bisa membantu dan berkenan namanya tercantum dalam co-authorship.

Jumat, Juli 06, 2012

Kesempatan Beasiswa S3 di Belanda (Opportunity for PhD grants in the Netherlands)

Beasiswa dari Wageningen University and Research Center.

If you are an excellent MA or MSc graduate and interested in doing a PhD project in the chair group of Education and Competence Studies (www.ecs.wur.nl), go visit:

Kesempatan bagi yang berminat untuk melanjutkan studi S3/PhD/Program Doktor di Wageningen University and Research Center, Belanda. Setahu saya, satu profesor hanya berhak mengusulkan satu kandidat penerima beasiswa. Setiap tahun dibuka dua kali, deadline bulan Februari dan bulan September. Penerima beasiswa biasanya dari negara berkembang termasuk Indonesia. Pihak WUR akan menanggung Tuition Fee, Asuransi Kesehatan, Visa, biaya tiket maksimal 3 kali pp, biaya hidup selama di Belanda untuk 18 bulan (6 bulan di awal dan 12 bulan selanjut bisa diatur kemudian). Allowance yang diberikan sama besarnya dengan beasiswa NFP, kalo untuk sendiri masih cukup lah. Kalo membawa keluarga agak ngepres. Keterangan tentang besaran ini dan juga prosedur, syarat yang harus dilampirkan ada di formulir beasiswa. (Sayang linknya belum bisa ditampilkan).

Penelitian lebih banyak dilakukan di negara asal, biaya penelitian tidak dicover oleh WUR, jadi kalo bisa biaya penelitian diusahakan dari instansi kandidat yang bersangkutan. Pastikan punya pembimbing di negara asal karena kandidat akan lebih banyak melakukan penelitian di negara asal. Lebih baik kalau proposal yang dibuat menggunakan referensi dari artikel-artikel di jurusan/chairgroup tersebut.
Adapun tema yang bisa diajukan:
  • Varieties of competence development and small business performance
  • Monitoring entrepreneurship learning of students in higher education
  • Employment effects of competence-based vocational education
Artikel yang bisa dirujuk dapat dilihat di:

Meskipun deadline tanggal 7 September, lebih cepat mengirim proposal akan lebih baik karena jika proposal cukup sesuai dengan tema yang ditawarkan, akan diminta mengisi formulir yang sudah ditentukan. Dan ini perlu waktu karena berhubungan juga dengan batasan jumlah kata, alur proposal, tanda tangan, dan lain sebagainya. Saat ini sepertinya link ke formulir belum ditampilkan.

You are invited to propose projects for a WU sandwich PhD scholarship. The deadline for applications is September 7th, 2012.  Send proposals to martin.mulder@wur.nl